Tahapan Operasi Kanker Otak dan Alternatif Pengobatannya

Penyakit kanker otak
Penyakit kanker otak

Pengobatan kanker otak memiliki beberapa pilihan tergantung pada jenis kanker dan stadium kanker otak. Pasien dapat diobati dengan operasi pembedahan, radioterapi, atau kemoterapi. Beberapa pasien sering menerima kombinasi dari perawatan di atas. Selain itu, pada setiap tahapan penyakit, pasien mungkin menjalani pengobatan untuk mengendalikan rasa nyeri dari kanker, untuk meringankan efek samping dari terapi, dan untuk meringankan masalah emosional. Jenis pengobatan ini disebut perawatan paliatif.

Proses Operasi Kanker Otak

  1. Pengobatan paling umum yang dijalani oleh pasien penderita kanker otak adalah operasi pembedahan. Tujuan operasi ini adalah untuk mengangkat sebanyak mungkin sel sel kanker dan meminimalisir peluang kehilangan fungsi otak.
  2. Persiapan, operasi kanker otak dilakukan dengan membuka tulang tengkorak disebut kraniotomi. Operasi dilakukan dengan anestesi umum, sebelum operasi dimulai rambut kepala akan dicukur terlebih dahulu.
  3. Pembedahan, kemudian ahli bedah membuat sayatan di kulit kepala menggunakan sejenis gergaji khusus untuk mengangkat sepotong tulang dari tengkorak. Setelah mengangkat sebagian atau seluruh tumor, ahli bedah kemudian menutup kembali bukaan tersebut dengan potongan tulang tadi. Ahli bedah lalu menutup sayatan di kulit kepala. Beberapa ahli bedah dapat menggunakan saluran yang ditempatkan di bawah kulit kepala selama kurang lebih satu atau dua hari setelah operasi untuk meminimalkan akumulasi darah atau cairan.

Efek Samping Akibat Operasi Kanker Otak

  • Sakit Kepala – Rasa tidak nyaman selama beberapa hari pertama setelah operasi. Untuk menangani hal ini, pasien dapat diberikan obat sakit kepala.
  • Edema – Masalah lain yang kurang umum yang dapat terjadi adalah menumpuknya cairan cerebrospinal di otak sehingga mengakibatkan pembengkakan otak (edema). Biasanya pasien akan diberikan steroid untuk meringankan pembengkakan. Operasi kedua bisa jadi diperlukan untuk mengalirkan cairan. Dokter bedah dapat menempatkan sebuah tabung, panjang dan tipis dalam ventrikel otak. Tabung ini diletakkan di bawah kulit ke bagian lain dari tubuh, biasanya perut, kelebihan cairan dari otak dialirkan ke perut, terkadang cairan dialirkan ke jantung sebagai gantinya.
  • Infeksi – Masalah lain yang dapat berkembang setelah operasi kanker otak ini terjadinya infeksi, namun hal ini dapat diobati dengan menggunakan antibiotik.
  • Merusak jaringan normal – Pasien mungkin memiliki masalah berpikir, melihat, atau berbicara. Atau bahkan mengalami perubahan kepribadian atau kejang. Namun, sebagian besar masalah ini dapat berkurang dengan berlalunya waktu. Untuk itu pasien mungkin memerlukan terapi fisik, terapi bicara atau terapi kerja.

Tindakan Lanjutan Setelah Operasi Kanker Otak

Untuk beberapa pasien dengan kasus gejala kanker otak kambuhan, ahli bedah biasanya melakukan operasi pengangkatan tumor lalu kemudian melakukan implantasi wafer yang mengandung obat kemoterapi. Dalam beberapa minggu, wafer larut melepaskan obat ke otak. Obat tersebut kemudian membunuh sel kankernya. Efek samping yang didapat dari kemoterapi ini antara lain merasakan mual dan muntah, sariawan, kehilangan nafsu makan, rambut rontok, dan banyak lainnya.

Kemoterapi adalah pengobatan dengan menggunakan satu atau lebih obat obatan untuk membunuh sel sel kanker. Kemoterapi bisa diberikan secara oral atau dengan infus intravena ke seluruh tubuh. Obat obatannya biasanya diberikan dalam 2 4 siklus yang meliputi periode pengobatan dan periode pemulihan. Jenis obat kemoterapi yaitu temozolomide dan bevacizumab. Mereka lebih efektif juga memiliki efek samping lebih sedikit jika dibandingkan dengan obat obatan kemoterapi versi lama. Temozolomide sendiri memiliki keunggulan lain yakni bisa secara oral.

Pengobatan Alternatif selain Operasi kanker Otak

Radiosurgery Stereotactic adalah teknik knifeless yang terbaru untuk menghancurkan kanker otak tanpa membuka tengkorak. CT scan atau MRI, digunakan untuk menentukan lokasi tepat dari kanker di otak. Radioterapi dapat dilakukan sebagai pengobatan lanjutan sesudah operasi. Radiasi membunuh sisa sel sel tumor sebagai penyebab kanker otak, yang mungkin tidak dapat diangkat melalui operasi. Radiasi ini juga dapat dilakukan sebagai terapi pengganti operasi.

Energi radiasi tingkat tinggi diarahkan ke tumornya dari berbagai sudut agar dapat menghancurkan tumornya. Alatnya itu bervariasi. Mulai dari penggunaan pisau gamma, akselerator linier dengan foton, ataupun menggunakan sinar proton. Adapun radioterapi sendiri menggunakan X-Ray untuk membunuh sel sel tumor. Mesin besar akan diarahkan pada tumor dan jaringan di dekatnya. Terkadang radiasi diarahkan ke seluruh otak atau ke syaraf tulang belakang.

Jadwal pengobatannya tergantung pada jenis dan ukuran tumor serta usia pasien. Setiap sesi radioterapi biasanya hanya berlangsung selama beberapa menit. Adapun bentuk terapi radiasi antara lain :

  • Fraksinasi yakni radioterapi yang biasanya diberikan lima hari seminggu selama beberapa minggu. Dan memberikan dosis total radiasi secara periodik untuk membantu melindungi jaringan sehat di daerah tumor.
  • Hyperfractionation dimana pasien mendapat dosis kecil radiasi dua sampai tiga kali sehari, bukan jumlah yang lebih besar sekali sehari.

Kelebihan
Prosedur knifeless ini adalah dapat memperkecil kemungkinan komplikasi pada pasien serta dapat memperpendek waktu pemulihan. Jika tumor terjadi di batang otak (brainstem) atau daerah daerah tertentu lainnya, maka pasien dapat menerima radioterapi atau perawatan lainnya sebab ahli bedah tidak mungkin dapat mengangkat tumor tanpa merusak jaringan otak normal.

Baca juga obat alami kanker otak yang paling ampuh.

Kekurangan
Tidak adanya sample jaringan tumor yang dapat diteliti lebih lanjut oleh ahli patologi, serta pembengkakan otak yang dapat terjadi setelah radioterapi.

Efek Samping Bagi Tubuh
Radioterapi bisa dapat menimbulkan efek meliputi, perasaan lelah berkepanjangan, mual, muntah, kerontokan rambut, perubahan warna kulit di lokasi radiasi, sakit kepala dan kejang.

Jenis Asam Urat Berdasarkan Faktor Penyebabnya

Kenali Jenis Asam Urat yang Menyerang
Nyeri Asam Urat

Faktor apa sajakah yang menjadi penyebab penyakit asam urat? Di bawah ini ada 2 faktor utama yang menjadi faktor penyebab terjadinya penyakit asam urat yang menyerang seseorang. Yakni penyebab asam urat primer yaitu yang berasal dari dalam tubuh itu sendiri, dan penyebab asam urat sekunder yang berasal dari luar tubuh.

  1. Asam Urat Primer

Penyebab asam urat primer ini berkaitan dengan faktor dari dalam tubuh seseorang, tetapi belum diketahui secara jelas dan pasti. Faktor riwayat keturunan dan ketidakseimbangan hormonal dalam tubuh sehingga memicu gangguan metabolisme yang bisa menyebabkan peningkatan produksi asam urat.

  1. Asam Urat Sekunder

Penyebab asam urat sekunder ini berhubungan erat dengan gaya hidup seseorang dalam mengkonsumsi makanan yang masuk kedalam tubuh. Mengkonsumsi makanan yang mengandung tinggi purin merupakan faktor utama penyebab asam sekunder ini. Meningkatnya produksi asam urat ini terjadi dikarenakan mengkonsumsi nutrisi kadar purin yang tinggi.

Asam urat itu adalah suatu peradangan yang terjadi pada bagian bagian persendian pada tubuh, yang dimana penyakit asam urat akan menimbulkan rasa sakit dan nyeri apabila persendian digerakkan. Penyakit asam urat ini terjadi karena disebabkan oleh terlalu banyak mengkonsumsi zat purin sehingga membuat zat purin itu gagal di cerna dan dikeluarkan oleh ginjal.

Saat zat purin itu tidak bisa dicerna dan dikeluarkan oleh ginjal sehingga jumlahnya akan meningkat drastis di dalam tubuh, maka zat purin itu akan masuk ke dalam aliran darah mengkristal dan melekat di bagian bagian persendian, yang akhirnya menghambat kinerja persendian.

Selain penyebab asam urat di atas, dibawah ini juga terdapat beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya penyakit asam urat, antara lain :

  • Faktor usia.
  • Berat badan berlebihan / obesitas.
  • Hipertensi / darah tinggi.
  • Mengkonsumsi obat kategori diuretik.
  • Makan makanan mengandung purin tinggi seperti seafood.
  • Mengkonsumsi minuman beralkohol.
  • Menopause pada wanita.

Banyak orang yang menganggap penyakit asam urat adalah penyakit ringan yang mudah disembuhkan. Hal ini dikarenakan rasa nyeri yang muncul sebentar lalu menghilang adalah gejala awal penyakit asam urat yang sering disepelekan, sehingga muncul anggapan banyak orang bahwa penyakit ini tidak perlu di obati.

Padahal, semestinya Anda waspada dan berhati-hati dengan penyakit ini dan ketahuilah bahaya penyakit asam urat yang sesungguhnya. Dan hal yang wajib Anda ketahui bahwa semua jenis penyakit itu bisa berdampak buruk apabila tidak segera diatasi dengan baik, salah satunya termasuk penyakit asam urat ini yang bisa sangat berbahaya apabila tidak segera dilakukan tindakan pengobatan. Baca juga obat herbal asam urat paling ampuh.